Berita Terkini

Nobar Launching Pemilu KPU RI

Nobar Launching Pemilu KPU RI Seperti halnya dilakukan satker lain, KPU Klungkung, Senin (14/2) juga laksanakan kegiatan nonton bareng (nobar) launching 2 tahun pemilu oleh KPURI, di kantor KPU RI. Mengambil tempat di bagian belakang, malam itu ikut nobar Ketua KPU, I Gusti Lanang Mega Saskara  Gede Suka Astreawan, Sang Ayu Mudiasih serta Sekretaris KPU, Putu Gde Eka Swambara, para Kasubbag dan staf. Mereka ikuti sejak pembukaan pk.20.00- pk.21.00. Intinya acara tersebut melaunching bahwa pemilu serentak 2024 dilaksanakan 2 tahun, yakni Rabu  14/2-2024. Dilaunching oleh Ketua KPU RI, Ilham Saputra dengan ditandai penusukan sejumlah surat suara berukuran mega oleh para pejabat tinggi dan pimpinan partai politik yang hadir saat itu.( sum)

KPU Klungkung Diundang Golkar Sosialisasikan Putusan MK

KPU Klungkung Diundang Golkar Sosialisasikan Putusan MK #TemanPemilih Ketua KPU Klungkung, I Gusti Lanang Mega Saskara atas undangan, hadir ke kantor DPD Partai Golkar setempat bersama komisioner, I Wayan Sumerta, Minggu (13/2). Ketua DPD Partai Golkar Klungkung, Ni Komang Ayu Ningrum usai membuka acara dan perkenalan minta kepada KPU untuk menyampaikan tentang pemilu dan pemilihan. Bahkan juga minta jadwal tahapan pemilu. Lanang Mega Saskara seperti sering dia siarkan kewat radio menyampaikan soal verifikasi partai politik pasca Putusan MK- PUU/ XVIII/ 2021, tentang verifikasi faktual dan verifikasi administrasi. Intinya parpol yang lolos parliamantary threshold ( PT)hanya diverifikasi adminstrasi, sedangkan yang tidak lolos PT dan parpol baru diverifikasi administrasi dan verifikasi faktual. KPU juga menyampaikan hari dan tanggal pemilu 2024. Sedangkan pertanyaan tentang hari tanggal pemilihan, Mega Saskara menjawab hari dan tanggal pemilihan belum ada keputusannya, namun baru sebatas kesepakatan." Tentang hari dan tanggal pemilihan belum ada keputusan baru berupa kesepakatan", ujarnya. Mengenai jadwal tahapan pemilu atas pettanyaan kader, Saskara mengatakan itu baru sebatas rancangan, sehingga tidak berani menyampaikan khawatir berubah. Rapat Golkar saat itu menurut Ayu Ningrum rapat menyusun program. Merupakan rapat kader yang diperluas. Dihadiri kader non parlemen dan kader di parlemen dan pengurus kecamatan ( PK).( sum)

Perluas Akses, KPU" Duduki Radio Bokashi"

  Perluas Akses, KPU" Duduki Radio Bokashi" #TemanPemilih KPU Klungkung terus road show ke radio-radio untuk perluas akses siaran tentang materi kepemiluan. Pada Jumat (11/2) komisioner KPU Klungkung Gede Suka Astreawan dan Sang Ayu Mudiasih "duduki" Radio Bokashi, siarkan materi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB)." Masing-masing radio punya fans-fans setia, maka kalo banyak radio kita ajak gandengan semakin banyak yang akses siaran kami dalam kemasan Berbagi Informasi tentang Pemilu", ujar Astreawan usai siaran. Dikatakan materinya saat itu sama seperti saat siaran di Radio Srinadi srbelumnya yakni tentang PDPB. Didampaikan syarat menjadi pemilih, pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (PDPB), tujuan prinsip PDPB yaitu komprehensif inklusif, akurat, mutakhir, terbuka, responsif, partisipatif akuntabel dan perlindungan data pribadi. Untuk diketahui, siaran di Radio Bokashi dipandu penyiar cantik nan aduhai yakni Anggi. (sum)#kpumeyalani @kpu_bali KPU Provinsi Bali KPU Republik Indonesia @kpu_ri

KPU Klungkung Ikuti FGD Indeks Digitalisasi Pemilu

KPU Klungkung Ikuti FGD Indeks Digitalisasi Pemilu #TemanPemilih Komisioner KPU Klungkung, I Wayan Sumerta, Gede Suka Astreawan dan Sang Ayu Mudiasih, ikuti FGD tentang Indeks Digitalisasi Pemilu lewat daring, Jumat (11/2). Acara yang difasilitasi Kapusdatin KPU-RI Sumariyandono, dibuka Ketua KPU-RI, Ilham Saputra dan pemaparan dari anggota KPU RI, Viryan Azis. Ketua KPU-RI dalam sambutannya mengatakan bahwa sistem digitalisasi menjadi kebutuhan hampir di seluruh kehidupan demikian juga pemilu membutuhkan digitalisasi untuk menghasilkan pemilu yang baik. Komitmen KPU untuk meningkatkan sistem digital telah diejawantahkan ke dalam PKPU No. 5 tahun 2021 tentang sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE)." Bagemana sekarang memanage SPBE secara cepat dan tepat, maka penting dilakukan literasi dan membangun sistem digitalisasi, mesti disadari bagimana kita bekerja diketahui orang lain", kata Ketua KPU RI. Sementara narasumber Khoirunnisa Agustyati (Ninis) dalam materinya memaparkan konteks penggunaan teknologi, paramida kepercayaan penggunaan teknologi, prinsip keamanan siber, jenis uji keamanan siber dan serangan siber dalam pemilu. Sedangkan narsum, Nigito Sasvito dari Institut Teknologi dan Bisnis Visi Nusantara Bogor menyampaikan tentang Tekhnikalitas sistem informasi penyelenggara pemilu dan terintegrasi serta variabel seperti ketidaktersediaan internet di TPS, SDM tak dapat mengoperasikan, server yang tidak dapat diakses, tidak tahu aplikasi, sulit mencari aplikasi dan tidak mengetahui link aplikasi. Ada empat narsum pada acara tersebut yang dihadiri Setjen KPU-RI, Kementerian Lembaga, NGO dan KPU provinsi dan KPU Kabupaten/Kota se-Indonesia. Diskusi berlangsung cukup seru, namun ruang waktu dibatasi untuk efisien waktu dan efektifitas diskusi. (sum) #kpumeyalani

Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih

Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih #Teman Pemilih, KPU Kabupaten Klungkung melaksanakan sosialisasi dan pendidikan pemilih kepada pemilih pemula siswa SMK Kesehatan Panca Atmajaya secara daring, jumat (11/2). Kegiatan dipandu oleh Divisi Sosdiklih Ida Bagus Nyoman Barwata dengan pemateri dari Akademisi/Dosen Undiknas University DR. Ni Wayan Widhiasthini.S.Sos.  dengan materi Urgensi Partisipasi Lintas Generasi Dalam Pemilu. (INTO)

FDKBP KPU Bali "Bedah" PSU di Denpasar

FDKBP KPU Bali "Bedah" PSU di Denpasar #TemanPemilih Forum Diskusi Kita Bicara Pemilu ( FDKBP) Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Bali, Kamis ( 10/2) lewat zoom meeting "bedah" pemungutan suara ulang ( PSU) di KPU Denpasar pada Pemilu 2019. Acara dibuka tutup Ketua KPU Bali, Dewa Agung Gede Lidartawan. Dimoderatori Tya dengan narasumber Masbro Maulizy dengan dibak up Koodinator Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Bali, AA Gede Raka Nakula. Mengambil tema Problematika Hukum Pemungutan Suara Ulang ( PSU). Terjadi diskusi cukup panjang setelah didahului pemaparan materi. Dalam materinya, narasumber mengungkap konsekuensi dari pelaksanaan PSU yakni keluarkan anggaran ekstra, penyediaan logistik, anjloknya kehadiran pemilih ke TPS dan meningkatnya suhu politik. Brolizy panggilanb akrab narasumber ini juga mengungkapkan rekomendasi Bawaslu yang berujung PSU di TPS 5 Dauh Puri itu yakni ditemukan pemilih yang tidak masuk DPTb dan tanpa A-5 menggunakan hak pilihnya. Ketua KPU Bali setelah mendengar diskusi panjang itu berharap agar peserta acara ini dapat melihatnya secara holistik untuk membedah PSU tersebut. Dia tak ingin pendapat yang disampaikan dalam diskusi hanya mencari pembenaran. Diharap juga agar kita melihat kasus itu tanpa menyalahkan pihak manapun ( siapa salah).Tapi lebih dilihat bagaimana persoalannya. Pada akhirnya Lidartawan berharap penyelenggara tidak terlampau menjadikan beban PSU. Ditambahkan kalau PSU bisa terjadi berulang- ulang. Lidartawan mengapresi kegiatan ini, namun diharapkannyavdapat menghasilkan rekomendasi untuk dìbawa ke dalam Rapim di Jakarta terhadap adanya persoalan yang belum bisa membuat penyelenggara terang benderang. Ikut komisioner Klungkung dalam acara yang mengundang KPU kabupaten/ kota se- Bali itu yakni, I Wayan Sumerta Gede Suka Astreawan dan Sang Ayu Mudiasih dan Ida Bagus Barwata.(sum)#KPUMelayani @kpu_ri @kpu_bali

🔊 Putar Suara